Apa Saja Jenis Keahlian dalam CV?

Sebelum memahami pentingnya menulis skill di dalam CV, Anda perlu mengetahui jenis keahlian yang umumnya dicantumkan pada CV, yaitu soft skill dan hard skill. Keduanya tentu memiliki perbedaan.

Soft skill atau keterampilan nonteknis merupakan keterampilan yang lebih subjektif, sementara hard skill atau keterampilan teknis adalah keterampilan yang bisa diukur.

Soft skill berhubungan dengan kepribadian yang dimiliki seseorang, sedangkan hard skill berkaitan dengan kemampuan yang dibutuhkan seseorang dalam melaksanakan suatu pekerjaan.

Selain itu, perbedaan keduanya juga terlihat dari bagaimana cara mendapatkannya. Hard skill didapat melalui pengalaman kerja, pendidikan formal, pelatihan, dan sertfikasi.

Sebaliknya, soft skill diperoleh melalui pengalaman pribadi seseorang, baik yang terkait dengan pekerjaan maupun di luar konteks pekerjaan.

Kemudian, hard skill juga diaplikasikan langsung dalam tugas pekerjaan, sementara soft skill berperan secara tidak langsung dan kerap melengkapi hard skill. 

Contohnya, selain memiliki kemampuan product knowledge, seseorang yang bekerja sebagai marketing juga harus memiliki kemampuan berkomunikasi dengan baik.

 

Apakah Penting untuk Mencantumkan Keahlian dalam CV?

Ya, selain pendidikan dan pengalaman kerja, keahlian juga merupakan bagian penting yang harus dicantumkan pada CV.

Hal ini disebebkan karena sudah banyak perusahaan yang menggunakan Applicant Tracking System (ATS) untuk membantu mereka mengurutkan ratusan atau ribuan CV yang mereka terima setiap hari.

ATS membantu rekruter mencari kata kunci atau keyword yang cocok dengan pekerjaan yang Anda lamar. Apabila tidak ditemukan, CV Anda kemungkinan akan langsung ditolak.

Sebagai contoh, apabila pekerjaan yang Anda lamar membutuhkan keahlian Java dan Anda tidak menyebutkan Java sebagai keahlian Anda di dalam CV, maka lamaran tersebut kemungkinan akan secara otomatis ditolak.

Faktanya, lebih dari 70% lamaran ditolak pada tahap screening CV, bahkan sebelum dilihat oleh staf HR.

Kemudian, meskipun perusahaan tidak menggunakan ATS, kemungkinan besar rekruter akan tetap meninjau dan memilah CV yang menunjukkan kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan.

Oleh karena itu, baik menggunakan ATS ataupun tidak, rekruter tetap membutuhkan gambaran mengenai keahlian yang Anda miliki, yakni dengan melihat pada CV yang dikirimkan.

Bagaimana Cara Menulis Keahlian dalam CV?

Untuk menarik rekruter dengan menonjolkan keahlian Anda di dalam CV, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan, yaitu:

1. Sesuaikan Keahlian dengan Pekerjaan

Perhatikan relevansi pekerjaan yang dilamar dengan keahlian yang Anda miliki. Untuk menemukan keahlian yang tepat, Anda bisa memperhatikan iklan lowongan pekerjaan yang dilamar.

Lowongan pekerjaan biasanya mencantumkan persyaratan atau kemampuan yang diharapkan dari para kandidat. Jadi, pastikan Anda menuliskan keahlian yang sesuai dengan persyaratan perusahaan.

Contohnya, Anda melamar sebagai posisi chef di Hotel Wijaya, lowongan iklan tersebut mengatakan bahwa mereka sedang mencari  chef profesional yang bertanggung jawab untuk menyiapkan dan membersihkan makanan, memasak hidangan, serta membersihkan area kerja.

Keahlian yang dibutuhkan untuk pekerjaan ini adalah orientasi pada detail dalam memasak dan menyajikan makanan.

Melalui deskripsi pekerjaan di atas, Anda dapat mengetahui bahwa Hotel Wijaya sedang mencari kandidat untuk chef dengan keahlian:

  • Kerja tim
  • Orientasi pada detail
  • Kemampuan komunikasi
  • Food preparation
  • Food knowledge 

2. Susun Bagian Keahlian

Setelah mengidentifikasi keahlian yang cocok untuk dicantumkan dalam CV, selanjutnya buatlah bagian “Keahlian”.

Bagian tersebut akan membantu rekruter untuk melihat apakah Anda memiliki kemampuan yang sesuai dan mengindari penolakan dari sistem ATS.

Berikut adalah beberapa hal yang perlu Anda perhatikan saat menuliskan bagian keahlian:

  • Susunlah dengan lebih spesifik. Misalnya, dengan mencantumkan”Kemampuan komunikasi lisan dan tulisan” dibandingkan hanya menulis “kemampuan komunikasi.”
  • Urutkan kemampuan Anda berdasarkan relevansi. Susun kemampuan berdasarkan seberapa pentingnya keahlianuntuk pekerjaan tersebut. Kemampuan yang lebih penting diletakkan di atas, dan yang kurang penting diletakkan di bawah.
  • Hindari menuliskan hal yang berlebihan. Jangan pernah berbohong tentang keahlian yang Anda miliki, karena hal tersebut kedepannya akan menyulitkan Anda dalam bekerja.

 

3. Dukung Keahlian pada Bagian Lain di dalam CV

Selain mencantumkan keahlian di dalam bagian terpisah, Anda juga dapat mengoptimalkan list keahlian yang Anda miliki dengan membuktikan kepada rekruter bahwa Anda benar-benar memiliki keahlian tersebut.

Misalnya, Anda dapat memasukkan keahlian yang paling Anda kuasai di dalam ringkasan CV. Ringkasan CV sendiri biasanya berisi 2-3 kalimat. Berikut contoh penulisannya:

Saya merupakan seorang chef yang sangat teliti dan sudah berpengalaman lebih dari 5 tahun dalam menyiapkan dan menyajikan hidangan lebih dari 200 resep masakan. Saya adalah seorang profesional yang dapat bekerja dalam tim dan selalu mengutamakan kebutuhan tim. Pada pekerjaan yang sebelumnya, saya berhasil menghadapi situasi padat saat ada lebih dari 100 meja yang harus dilayani, dan saya berhasil melakukannya dengan akurasi 100%, serta mendapatkan ulasan yang baik dari para pelanggan kami. 

4. Manfaatkan Keahlian yang Dapat Ditransfer

Apabila Anda merupakan seorang kandidat entry level atau sedang beralih karier, tentunya Anda harus memanfaatkan keahlian yang dapat ditransfer.

Artinya, Anda perlu mencantumkan keahlian yang mungkin tidak langsung berkaitan dengan pekerjaan yang dilamar, namun tetap bermanfaat dan relevan untuk sebagian besar pekerjaan.

Sebagai contoh, Anda adalah seseorang yang berpengalaman di bidang sales dan ingin beralih karier menjadi seorang content writer. Anda dapat memanfaatkan setidaknya beberapa keahlian yang Anda dapatkan saat bekerja sebagai sales.

Misalnya, untuk keahlian terkait komunikasi tulisan. Dalam kedua peran tersebut, Anda akan berhubungan dengan orang melalui teks.

Sebagai sales, mungkin Anda harus mengirimkan email penawaran kepada pelanggan, sementara sebagai content writer, Anda akan menulis newsletter, copy, dan berbagai informasi kepada para pembaca.

Selanjutnya, adalah kemampuan persuasi. Dalam pekerjaan sebagai content writer, Anda akan ditugaskan membuat tulisan yang dapat mempengaruhi perasaan pembaca, mendorong mereka untuk bertindak sesuai dengan apa yang Anda tulis.

Di sisi lain, sebagai sales, Anda juga perlu meyakinkan orang secara langsung, baik itu dalam percakapan tatap muka atau telepon.

Kemudian, ada keterampilan komputer yang juga dibutuhkan oleh dua jenis profesi tersebut. Sebagai sales, Anda mungkin pernah mengoperasikan software customer relation management untuk melacak dan mengelola informasi pelanggan.

Sementara itu, content writer juga membbutuhkan pemahaman tentang cara menerbitkan konten di internet, misalnya dengan menggunakan Wordpress.

Contoh Hard Skill Penting untuk CV

Hard skill seperti keahlian komputer, manajemen, marketing bisa memberikan Anda keunggulan di pasaran. Berikut beberapa contoh hard skill yang telah dibagi ke dalam beberapa kategori:

1. Keahlian Komputer

  • Microsoft Office (Excel, PowerPoint, dll.)
  • Google Suite (Docs, Sheets, dll.)
  • QuickBooks
  • Perangkat lunak penjadwalan
  • Manajemen basis data
  • Perangkat lunak pembayaran
  • HTML/CSS
  • Javascript
  • Bahasa pemrograman lainnya (Python, SQL, PHP, dll.)
  • Komputasi awan
  • CAD
  • Platform CRM

2. Keahlian Manajemen

  • Manajemen proyek
  • Perangkat lunak Agile
  • Analisis bisnis
  • Perangkat lunak manajemen proyek
  • Manajemen siklus hidup proyek
  • Manajemen Scrum
  • Pelacakan KPI

3. Keahlian Marketing

  • SEO/SEM
  • AdWords, iklan Facebook
  • Google Analytics
  • Uji A/B
  • CMS seperti WordPress
  • Pemasaran media sosial
  • Manajemen kampanye pemasaran
  • PPC

4. Kemampuan Desain

  • Adobe Creative Suite (Photoshop, InDesign, Dreamweaver, Acrobat, dll.)
  • Illustrator
  • Desain antarmuka pengguna
  • Produksi video
  • Desain UI/UX
  • Perangkat lunak desain produk digitalDesain cetak
  • Tipografi
  • Menggambar sketsa
  • Corel Draw

5. Keahlian Komunikasi

Biasanya, keahlian komunikasi masuk ke dalam kategori soft skill, tetapi ada beberapa keahlian yang juga bisa termasuk dalam hard skill, seperti:

  • Penguasaan bahasa (multibahasa)
  • Rilis pers
  • Penerjemahan
  • Transkripsi
  • Penulisan proposal
  • Penulisan teknis
  • Penulisan akademis
  • Penulisan medis
  • Pengeditan
  • Jurnalisme
  • Penulisan SEO

6. Kemampuan Sales dan Ritel

  • Perangkat lunak CRM
  • Pemasaran
  • Negosiasi kontrak
  • Penilaian pelanggan
  • Sistem POS (point of sale
  • Pengetahuan produk tertentu
  • Biaya akuisisi pelanggan

Soft Skill Penting untuk Dicantumkan dalam CV

Selain hard skill, tentunya Anda juga perlu mencantumkan soft skills atau keterampilan nonteknis di dalam CV. Keterampilan ini dapat mendukung hard skill yang Anda miliki, serta membantu Anda berhubungan dengan rekan kerja dan menciptakan lingkungan yang postifi.

Berikut adalah beberapa contoh soft skill yang paling dibutuhkan saat ini:

  • Manajemen waktu
  • Komunikasi efektif
  • Kecerdasan emosional
  • Manajemen konflik
  • Kemampuan bekerja dalam tim
  • Manajemen stres
  • Problem solving
  • Produktivitas & Organisasi
  • Berpikir kritis
  • Detail oriented
  • Kemampuan beradaptasi

Bagimana Tips Menulis Keahlian dalam CV?

Selain melakukan beberapa cara di atas, berikut tips tambahan yang bisa Anda lakukan saat menuliskan keahlian di dalam CV:

1. Kategorikan Keahlian

Bagilah keahlian Anda menjadi beberapa kategori, seperti keterampilan teknis, keterampilan kreatif, atau keterampilan komunikasi agar lebih mudah dibaca.

2. Jadikan Lebih Sepsifik

Sebisa mungkin, sertakan detail tentang jenis keahlian yang Anda miliki. Misalnya, jika Anda menguasai Microsoft Excel, Anda bisa menulis “Penguasaan Microsoft Excel untuk analisis data dan laporan keuangan.”

3. Gunakan Istilah yang Tepat

Apabila terdapat kata kunci atau istilah khusus yang sering muncul dalam deskripsi pekerjaan, pastikan Anda juga mencantumkannya di bagian keahlian.

4. Sertakan Tindakan dan Hasil

Jika memungkinkan, tunjukkan bagaimana Anda telah menggunakan keahlian Anda untuk mencapai hasil postif. Contohnya, “Mengembangkan campaign pemasaran yang berhasil meningkatkan konversi penjualan seebsar 20%.”

5. Seimbangkan Soft Skill dan Hard Skill

Cantumkan hard skill, seperti bahasa pemrograman atau soft skill yang dikuasai, misalnya komunikasi atau manajemen waktu.

6. Hindari Klain Berlebihan

Jujurlah dalam menyajikan keahlian Anda. Jika Anda mengaku memiliki tingkat keahlian yang tinggi dalam suatu hal, pastikan Anda bisa membuktikannya dalam wawancara atau pekerjaan nanti.

7. Gunakan Bullet Points

Gunakan poin-poin beruturan untuk membuat daftar keahlian Anda lebih mudah dibaca.

8. Hindari Mencantumkan Keahlian Terlalu Panjang

Jangan terlalu banyak mencantumkan keahlian hingga CV Anda terlalu panjang. Pilihlah yang paling relevan dan signifikan.

9. Tetap Update

Perbarui daftar keahlian Anda sesuai dengan perkembangan karier dan belajar baru yang Anda dapatkan.

10. Hubungan Keahlian dengan Deskripsi Pekerjaan

Perhatikan deskripsi pekerjaan atau job description yang Anda lamar, kemudian sesuaikan keahlian Anda dengan apa yanng dibutuhkan oleh perusahaan.