Apa Itu Jurusan Agroteknologi? Bagaimana Prospek Lapangan Kerja dan Gaji

Perkembangan dunia teknologi membawa banyak pengaruh di berbagai sektor, termasuk sektor pertanian. Jika kamu senang dengan dunia teknologi dan tertarik untuk mendalami dunia pertanian, jurusan Agroteknologi bisa menjadi pilihan tepat untuk melanjutkan kuliah.

Seperti apa jurusan Agroteknologi itu? Apa saja yang dipelajari? Kenapa kamu harus memilih jurusan ini dan bagaimana prospek karirnya? Temukan jawabannya di sini.

Mengenal Jurusan Agroteknologi

Jurusan Agroteknologi adalah salah satu disiplin ilmu dalam lingkup pertanian yang berfokus mempelajari pemanfaatan teknologi dalam bidang pertanian, hortikultura dan budidaya perairan yang dapat meningkatkan hasil yang berkualitas dan efisien.

Dengan kata lain, jurusan ini mengacu pada penggunaan dan peningkatan teknologi untuk produktivitas, hasil dan kualitas di bidang pertanian. Sektor ini ikut berkembang karena kemajuan teknologi yang begitu pesat. Dengan Agrotechnology sebagian besar proses, teknik, dan teknologi telah meningkat pesat.

Agrotech bisa dibilang menjadi dasar praktik pertanian modern yang memungkinkan sektor pertanian juga berkembang untuk memanfaatkan efisiensi yang mulai terwujud. Tak heran jika peminat jurusan ini setiap tahunnya semakin meningkat.

Apa Saja yang Dipelajari Di Jurusan Agroteknologi?

Pada dasarnya, jurusan Agroteknologi memberikan kamu pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk mengelola bisnis pertanian dan pertanian, atau untuk bekerja di bidang-bidang seperti penjualan pertanian, produksi makanan, dan jurnalisme pertanian. Kamu akan akan belajar tentang cara mengelola tanaman, lahan, hama, dan ekosistem, dengan upaya untuk menghasilkan produk yang aman dan berdaya saing.

Selain itu, kamu juga akan mempelajari berbagai permasalahan di bidang pertanian, pembenihan, dan perkebunan. Dengan berkuliah di jurusan ini, maka kamu akan disiapkan untuk bersaing di era industri 4.0 sehingga mampu membantu sektor pertanian menghasilkan produk-produk unggulan.

Beberapa mata kuliah yang akan kamu jumpai di Jurusan Agroteknologi antara lain mata kuliah dasar seperti Biologi, Fisika, Kimia, Ekologi, Pengantar Ilmu Pertanian dan yang lainnya. Setelah beberapa semester kamu akan masuk ke mata kuliah yang lebih dalam seperti Sistem Pertanian Berkelanjutan, Teknologi Pasca Panen, Bioteknologi Pertanian, Teknologi Perlindungan Tanaman, Teknologi Pembenihan, Kesuburan Tanah,, dan masih banyak lagi.

Kenapa Kamu Harus Kuliah di Jurusan Agroteknologi?

1. Sektor Pertanian Semakin Berkembang dan Menjadi Sangat Penting

Sebagian besar dunia masih sangat bergantung pada apa yang dihasilkan dari tanah, dan seiring dengan berlanjutnya perkembangan teknologi di seluruh dunia. Pengenalan teknologi pada bidang pertanian telah membentuk kembali sebagian besar industri yang terus memajukan cara kita bertani di seluruh dunia. Hal ini membuat Agroteknologi menjadi sangat dibutuhkan

2. Mengkombinasikan Keterampilan dan Pengetahuan Teknis

Mempelajari pertanian akan membantu kamu mengembangkan campuran keterampilan dan pengetahuan teknis, termasuk penggunaan lahan, praktik pertanian, produksi pangan, ilmu tanaman dan peternakan, penggunaan mesin pertanian, keberlanjutan, dan pengelolaan lingkungan. Kamu juga mendapatkan pemahaman tentang prinsip-prinsip ilmiah, teknis, etika, dan bisnis yang mendukung industri pertanian.

3. Menghindari Krisis Pangan

Manusia tidak hanya sekedar membutuhkan makan saja. Namun tubuh juga membutuhkan asupan yang kaya nutrisi dan baik kandungannya. Permasalahan pemanasan global yang membawa dampak pada bidang pertanian dan pangan menjadikan dunia tertarik pada ilmu agroteknologi ini. Sebab, hanya orang-orang yang memahami ilmu agroteknologi lah yang bisa menganalisis dimana letak masalahnya, bagian mana yang harus dievaluasi, dan mulai memikirkan cara terbaik untuk keluar dari masalah krisis pangan itu.

4. Terbuka untuk Peluang Karir yang Luas

Lulusan Agroteknologi dapat menemukan pekerjaan di berbagai bidang, seperti manajemen pertanian, industri jasa dan pasokan, penjualan, penelitian, atau pekerjaan penasehat dan konsultasi. Kamu juga memiliki peluang kerja yang muncul baik di sektor publik maupun swasta, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

Prospek Kerja Jurusan Agroteknologi

1. Peneliti di Bidang Pertanian

Sebagai seorang lulusan Agroteknologi, kamu diharapkan mampu merancang dan melakukan penelitian sesuai kaidah keilmuan. Selain itu, kamu juga diharapkan mampu mengkomunikasikan hasil penelitian dalam bentuk publikasi baik secara lisan maupun tulisan dengan jujur dan menerapkan etika ilmiah, memiliki kepekaan terhadap masalah pertanian serta mampu merumuskannya.

2. Konsultan Pertanian

Untuk menjadi seorang konsultan pertanian kamu harus mampu berpikir analitis dan sintesis dalam mengatasi masalah. Kamu akan bertugas untuk memperhitungkan dampak dalam rangka melakukan penilaian kelayakan usaha bidang pertanian serta mendiagnosis, menganalisis kondisi pertumbuhan tanaman dan memberikan rekomendasi solusi untuk mengatasinya. Dengan menjadi seorang konsultan, jejaring mu akan sangat luas. Mulai dari lembaga pemerintah, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), atau swasta

3. Manajer atau Administrator Pertanian

Tugas utama menjadi seorang Manajer atau Administrator adalah merencanakan suatu kegiatan usaha pertanian dan pengelolaannya berdasarkan prinsip manajemen. Tidak hanya merencanakan saja, tetapi kamu juga harus mampu melaksanakan, memantau dan mengevaluasi kegiatan pertanian. Kemampua yang harus kamu milik untuk menjadi seorang manajer pertanian adalah mampu bekerja secara team, mampu mengambil keputusan dengan cepat dan tepat, hingga mampu merumuskan, menganalisis, serta merancang solusi/ pemecahan masalah.

4. Bekerja di Sektor Pemerintah

Sektor pemerintah sudah pasti akan menjadi sebuah pilihan karir bagi banyak orang. Kamu sebagai lulusan Agroteknologi juga memiliki kesempatan untuk bisa masuk ke birokrasi pusat atau daerah. Instansi yang bisa kamu masuki tentu saja yang akan mengurusi perkebunan milik pemerintah, seperti pupuk dan pestisida, industri pakan, industri pangan, atau industri perbenihan. Kamu juga bisa masuk ke badan penelitian dan pengembangan pemerintah pusat.

5. Berwirausaha

Dengan ilmu agroteknologi yang kamu kuasai, kamu bisa membuka usaha di bidang pertanian. Pelaku usaha bidang pertanian ini justru memiliki prospek yang lebih bagus dibandingkan bekerja di lembaga pemerintahan atau industri. Kamu bisa memanfaatkan peluang usaha pertanian atau bidang lain yang mendukung pertanian dengan berkreasi dan berinovasi mandiri dan percaya diri.

Rekomendasi Kampus Dengan Jurusan Agroteknologi Terbaik

1. Universitas Islam Nusantara (UNINUS)

Jurusan Agroteknologi merupakan salah satu jurusan di Fakultas Pertanian Universitas Islam Nusantara (UNINUS). Visi dari jurusan ini adalah menjadi program studi yang unggul dan terkemuka sebagai sumber inovasi di bidang IPTEK pertanian untuk menunjang peningkatan produksi dan ketahanan pangan nasional melalui pembangunan pertanian berkelanjutan berbasis pada sumberdaya wilayah dan kelestarian lingkungan, serta dijiwai oleh nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah unggulan di tingkat nasional dan internasional pada Tahun 2030.

Di jurusan ini kamu akan bertemu berbagai mata kuliah menarik di bidang Pertanian. Beberapa mata kuliah Jurusan Agroteknologi di UNINUS yaitu Sistem Pertanian Berkelanjutan, Teknologi Pasca Panen, Bioteknologi Pertanian, Teknologi Perlindungan Tanaman, Teknologi Pembenihan, Kesuburan Tanah dan Nutrisi Tanaman, Pengantar Ilmu Pertanian, dan masih banyak lagi.

2. Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY)

Jurusan Agroteknologi Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) merupakan salah satu jurusan yang telah terakreditasi “A” BAN-PT. Lokasi perkuliahan nyaman dengan suasana khas Jogja, cocok bagi para milenial yang ingin melanjutkan pendidikan di bidang Pertanian dengan Akreditasi “A” sekaligus menikmati senja di sudut kota Jogja.

Jurusan Agroteknologi UMBY diselenggarakan untuk menghasilkan lulusan atau Sarjana Pertanian dengan profil lulusan seperti Agronomist (Ahli Agronomi), Agro Sociopreneur, Komunikator, Marketer, dan masih banyak lagi.