Apa yang Dimaksud dengan Analisis Kesetaraan Gaji?

Analisis kesetaraan gaji atau yang dikenal sebagai audit upah adalah sebuah cara untuk memeriksa gaji di dalam organisasi, untuk melihat apakah terdapat perbedaan gaji berdasarkan usia, ras, jenis kelamin, pekerjaan, tanggung jawab, masa kerja, dan kriteria lainnya.

Analisis ini memiliki dua tujuan utama. Pertama, untuk melindungi perusahaan dari potensi tuntutan hukum terkait diskriminasi upah. Sebab, saat ini pemerintah dan lembaga hukum semakin memperhatikan kesenjangan upah di antara para pekerja.

Kedua, analisis kesetaraan gaji dapat membantu Anda sebagai profesional HR untuk memperbaiki situasi upah di dalam organisasi mereka. Dengan demikian, Anda dapat menarik dan mempertahankan karyawan yang tepat dengan memberikan gaji kompetitif, kesempatan yang adil untuk naik jabatan, dan perlakuan yang baik di dalam organisasi.

Dalam audit upah, data-data terkait gaji dikumpulkan dan dianalisis untuk melihat apakah ada perbedaan yang tidak adil di antara karyawan. Jika ada perbedaan yang tidak bisa dijelaskan, Anda harus mengambil langkah-langkah tertentu untuk mengatasi ketidakadilan tersebut dan memastikan setiap karyawan diperlakukan setara.

Pentingnya Melakukan Analisis Kesetaraan Gaji

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, pada tahun 2021 lalu kesenjangan upah berdasarkan gender mencapai angka 20,39% dari berbagai sektor.

Angka tersebut menunjukkan bahwa kesenjangan upah di Indonesia masih cukup besar, terutama pada sektor-sektor publik, seperti tenaga usaha jasa yang mencapai 43% dan sektor tenaga profesional seperti teknis dan tenaga lainnya menduduki peringkat selanjutnya.

Padahal, Indonesia sudah memiliki Undang-Undang yang menetapkan upah dan kesempatan kerja yang sama bagi perempuan dan laki-laki.

Dengan demikian, untuk menguranginya terjadinya kesenjangan upah di Indonesia, perusahaan juga harus memberikan gaji kepada karyawan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Selain itu, analisis kesetaraan gaji juga memiliki manfaat yang dapat dirasakan oleh karyawan dan perusahaan, yakni:

1. Memastikan Semua Karyawan Memperoleh Gaji Setara

Analisis ini memastikan bahwa Anda membayar semua karyawan secara adil, sehingga membantu mencegah tuntutan hukum terkait diskriminasi. Hal ini sangat penting karena lembaga hukum dan pemerintah saat ini semakin fokus dalam mengatasi kesenjangan upah.

Selain itu, apabila terdapat ketidakadilan dalam pembayaran upah, perusahaan dapat menghadapi tuntutan hukum dari karyawan. Oleh karena itu, agar terhindar dari risiko tersebut penting bagi perusahaan untuk memastikan pembayaran yang adil bagi semua anggota staf.

2. Menarik Bakat Terbaik dan Meningkatkan Retensi

Anda dapat menarik dan mempertahankan karyawan terbaik dengan menawarkan gaji yang kompetitif dan kesempatan yang sama untuk semua karyawan. Hal ini juga menunjukkan komitmen perusahaan terhadap keberagaman, kesetaraan, inklusi, sehingga membantu Anda menonjol di tengah pasar tenaga kerja yang kompetitif.

Apabila karyawan merasa perusahaan adil dan diberi kesempatan untuk berkembang, mereka akan semakin termotivasi dan menjadi karyawan dengan loyalitas tinggi.

3. Mengidentifikasi Ketidakadilan

Setiap karyawan pantas mendapatkan kompensasi yang adil apabila mereka melakukan pekerjaan dengan nilai yang sama. Meskipun Anda berniat untuk membayar karyawan secara setara, terkadang terdapat faktor seperti bias tak sadar atau diskriminasi institusional yang menyebabkan kesenjangan gaji.

Oleh karena itu, analisis kesetaraan gaji dibutuhkan untuk mengidentfikasi adanya ketidakadilan terkait upah dan mengambil langkah-langkah untuk memperbaikinya.

4. Meningkatkan Budaya Perusahaan

Saat karyawan merasa tempat kerja mereka adil dan menghargai usaha mereka, hal tersebut dapat secara signifikan meningkatkan budaya keseluruhan organisasi. Sebab, salah satu cara terbaik untuk meningkatkan kepuasan karyawan adalah dengan memastikan kompensasi yang setara dan kompetitif.

Untuk mewujudkannya, perusahaan dapat mengidentifikasi masalah dalam praktik kompensasi mereka dengan melakukan analisis kesetaraan gaji, dan kemudian mengambil langkah-langkah untuk memastikan bahwa semua karyawan menerima kompensasi yang pantas.

Internal dan Eksternal Analisis Kesetaraan Gaji

Sebelum membahas cara melakukan analisis kesetaraan gaji, penting untuk memahami perbedaan antara kesetaraan gaji eksternal dan internal:

Kesetaraan Gaji Eksternal

Kesetaraan gaji ini membandingkan perusahaan Anda dengan pasar eksternal untuk mengetahui apakah perusahaan telah membayar karyawan sesuai dengan standar industri. Hal ini membantu memastikan bahwa Anda memberikan penawaran kerja yang kompetitif dan struktur kerja yang adil.

Kesetaraan Gaji Internal

Kesetaraan gaji internal melibatkan analisis terhadap perusahaan sendiri untuk memastikan bahwa perusahaan Anda telah membayar karyawan dengan adil. Dengan kata lain, Anda tidak memberikan gaji yang terlalu rendah atau tinggi kepada karyawan tertentu secara tidak adil berdasarkan usia, ras, atau jenis kelamin mereka, serta faktor-faktor lain.

Idealnya, Anda dapat melakukan analisis kesetarana gaji internal dan eksternal secara teratur untuk membantu menciptakan strategi kompensasi yang adil.

Langkah-Langkah Analisis Kesetaraan Gaji

Berikut adalah langka-langkah sederhana yang perlu Anda lakukan dalam audit upah:

1. Tetapkan Tujuan

Langkah pertama adalah menentukan tujuan. Mengapa perusahaan perlu melakukan analisis kesetaraan gaji, apakah untuk memastikan kepatuhan, memperbarui praktik gaji, mempromosikan keberagaman, kesetaraan, dan inklusi, ataupun yang lainnya.

Penting untuk memahami tujuan utama analisis agar Anda dapat menentukan proses dan metode saat melakukan audit upah.

2. Kumpulkan Data

Setelah Anda memahami tujuan dari analisis kesetaraan gaji, mulailah mengumpulkan data. Data yang perlu dikumpulkan akan tergantung pada lingkup dan tujuan audit Anda. Secara umum, data-data tersebut meliputi:

  • Judul dan deskripsi pekerjaan
  • Departemen, tingkat jabatan, peran, dan tanggung jawab
  • Identifikasi kelas yang dilindungi seperti usia, jenis kelamin, ras, dan sebagainya
  • Tingkat pendidikan dan pengalaman
  • Tingkat senioritas
  • Jam kerja
  • Gaji awal
  • Gaji saat ini
  • Promosi
  • Bonus dan benefit 
  • Frekuensi dan tingkat kenaikan gaji
  • Praktik bisnis
  • Data pasar

3. Analisis Data

Setelah mengumpulkan semua data, Anda perlu melakukan analisis. Ada dua bagian dalam tahap ini, yaitu:

Pertama, bandingkan peran-peran dalam perusahaan Anda. Tahap ini membandingkan peran yang serupa dalam perusahaan guna melihat apakah semua karyawan dibayar dengan jumlah yang sama.

Selain itu, Anda juga perlu membandingkan gaji antara departemen yang berbeda. Misalnya, berapa gaji seorang sales representative dibandingkan dengan seorang customer service. 

Tahap kedua, tentukan apakah terdapat perbedaan gaji yang teridentifikasi yang bisa dihubungkan dengan jenis kelamin, ras, usia, atau kriteria lain.

4. Ambil Tindakan

Langkah terakhir dari analisis kesetaraan gaji adalah mengambil tindakan. Pada tahap ini, gunakan tahap analisis untuk membuat laporan analisis kesetaraan gaji dan menyajikan kesimpulan Anda. Kemudian, sampaikan hasilnya kepada tim pimpinan dan pihak-pihak terkait.

Apabila terjadi kesenjangan yang tidak bisa dijelaskan secara hukum dan tidak masuk akal, segera atasi kesenjangan tersebut. Ingatlah  bahwa perusahaan tidak bisa mengurangi gaji seorang karyawan tanpa alasan yang jelas.

 

Analisis Regresi dalam Kesetaraan Gaji

Salah satu metode yang digunakan dalam analisis kesetaraan gaji adalah analisis regresi. Metode ini merupakan metode statistik yang dapat digunakan untuk memodelkan sistem kompensasi perusahaan Anda, berdasarkan data yang mungkin akan mempengaruhi gaji.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, kualifikasi, pengalaman kerja, lokasi geografis, jabatan atau fungsi, tingkat jabatan, senioritas, dan penilaian kinerja dapat menjadi faktor yang perlu dianalisis.

Melalui analisis regresi ini, Anda dapat mengetahui sejauh mana variabel-variabel tersebut mempengaruhi gaji yang diberikan perusahaan kepada karyawan.

Selain itu, metode ini juga dapat membantu Anda untuk menentukan apakah berbagai variabel tersebut memiliki pengaruh negatif pada strategi kompensasi perusahaan.

Analisis regresi akan menilai apakah variabel yang mempengaruhi gaji karyawan adil, misalnya membayar karyawan karena mereka memiliki kualifikasi lebih tinggi atau tidak adil, misalnya Anda membayar karyawan lebih tinggi hanya karena karyawan tersebut laki-laki atau perempuan.

Dengan metode ini, Anda dapat membandingkan variabel kontrol, seperti tingkat jabatan dengan variabel independen misalnya jenis kelamin, dan variabel dependen seperti rasio gaji. Hal ini membantu Anda memperoleh gambaran lengkap saat melakukan analisis kesetaraan gaji.

Membuat Template Analisis Kesetaraan Gaji

Sebelum melakukan audit terkait kesetaraan gaji karyawan, Anda perlu memiliki informasi yang tepat untuk dianalisis, seperti data karyawan, deskripsi pekerjaan, praktik bisnis, data pasar, dan gaji. Selain itu, Anda juga perlu mempertimbangkan ukuran perusahaan saat melakukan evaluasi gaji.

Sebagai contoh, Anda dapat mengumpulkan informasi seperti berikut:

  • Distribusi jenis kelamin berdasarkan grade dan/atau departemen
  • Jumlah pegawai laki-laki dan perempuan berdasarkan usia dan masa kerja
  • Distribusi ras berdasarkan gaji
  • Pegawai paruh waktu berdasarkan jenis kelamin, ras, dan usia
  • Rincian kenaikan gaji total berdasarkan departemen, jabatan, usia, ras, dan jenis kelamin.

Dengan menyusun template spreadsheet analisis kesetaraan gaji, Anda dapat mengumpulkan semua informasi yang diperlukan guna melakukan audit secara menyeluruh. Untuk membuatnya, Anda hanya perlu merancang template berisi kolom-kolom untuk mengumpulkan semua informasi yang diperlukan.