Infomation ruo-shumen Education

Apa yang Dimaksud dengan Pembelajaran Organisasi?

Pembelajaran organisasi adalah proses membangun dan mengantarkan pengetahuan di dalam bisnis Anda, serta menggunakan informasi tersebut untuk mengubah strategi. Sebab, untuk tumbuh dan mendapatkan pengalaman serta keahlian, organisasi harus mengintegrasikan pembelajaran beru ini ke dalam proses kerja secara menyeluruh.

Pembelajaran organisasi yang dibuat dengan baik memberikan kerangka yang kuat untuk membantu tim Anda berkontribusi pada tujuan strategis perusahaan secara keseluruhan. Ini juga melibatkan retensi pengetahuan dan transfer yang dapat membantu memenuhi kebutuhan karyawan, mitra, dan klien Anda.

Pembelajaran organisasi juga memiliki topik yang luas, yaitu dapat mencakup hal-hal seperti kecocokan produk perusahaan dengan pasar, kllien yang ideal, atau pengembangan produk.

Ada tiga hasil penting dari pembelajaran organisasi:

  1. Menciptakan Pengetahuan – Mengenali wawasan baru dalam organisasi.
  2. Menjaga Pengetahuan – Mengubah pembelajaran individu yang tidak terungkap menjadi informasi yang jelas terdokumentasi.
  3. Transfer Pengetahuan – Membagikan pembelajaran kepada seluruh yang terlibat dalam bisnis perusahaan.

Misalnya, saat ini Anda bekerja untuk sebuah perusahaan Software as a Service (SaaS). Pelanggan Anda pergi karena produk Anda sulit digunakan. Pembelajaran organisasi akan melibatkan pengambilan informasi yang Anda pelajari dari pelanggan, menulisnya secara jelas, dan membuat rencana tindakan dengan tim penjualan, produk, dan teknologi informasi untuk meningkatkan produk agar mengurangi jumlah pelanggan yang pergi.

Melalui program internal yang terstruktur, Anda dapat memastikan karyawan akan mempertahankan pembelajaran yang diperoleh, serta membagikannya dengan tim dan pengambil keputusan yang relevan.

Knowledge Community dalam Perusahaan

Knowledge community merupakan sebuah kelompok orang di dalam perusahaan yang terlibat dalam kegiatan berbagi pengetahuan untuk mendukung minat kerja yang sama (bertanggung jawab bersama dalam suatu proses bisnis, produk atau layanan, atau proyek).

Dalam sebuah organisasi, umumnya terdapat empat jenis komunitas, yaitu:

1. Individu

Pembelajaran individu berhubunga dengan satu orang. Di sini, karyawan akan belajar keterampilan baru, baik keterampilan teknis maupun sosial. Keterampilan tersebut nantinya dapat mempengaruhi produktivitas tim dan kesuksesan secara keseluruhan.

Individu ini akan membagikan pembelajaran tersebut dengan tim secara langsung atau seluruh organisasi. Namun, perlu diingat bahwa setelah karyawan tersebut meninggalkan tim atau perusahaan, maka pengetahuannya pun turut pergi bersama mereka.

2. Kelompok

Pembelajaran dalam kelompok melibatkan orang-orang yang belajar satu sama lain. Untuk melakukan pembelajaran ini, ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Misalnya, kelompok akan bekerja sama, saling memberikan feedback, dan kemudian menggunakan feedback tersebut untuk perbaikan kedepannya.

Selain itu, kelompok juga bisa saling berbagi pengetahuan individu. Hal ini menunjukkan bahwa lingkungan kelompok merupakan tempat yang penting untuk berbagi informasi dan wawasan baru.

3. Organisasi

Pembelajaran organisasi merupakan cara pengetahuan diciptakan, diatur, dan dijaga dalam bisnis perusahaan secara keseluruhan. Ini terjadi dalam semua kegiatan perusahaan, seperti SDM, customer success, IT, dan sebagainya.

Pembelajaran ini juga terjadi dalam kecepatan yang berbeda-beda, contohnya tim produk yang melakukan eksperimen cepat akan memperoleh pembelajaran lebih cepat, dibandingkan dengan pembelajaran tim sales setiap kuartal.

Pembelajaran organisasi bertujuan agar karyawan dapat beradaptasi dengan perubahan kondisi bisnis, menghadapi situasi yang tidak pasti, serta meningkatkan efisiensi di dalam tim.

4. Antar-organisasi

Pembelajaran antar-organisasi adalah bagaimana organisasi yang berbeda berbagi pengetahuan dan belajar satu sama lain. Melalui metode ini, tim Anda dapat bekerja lebih cepat karena seseorang sudah melakukan riset terlebih dahulu.

Selain itu, pembelajaran antar-organisasi juga membantu meminimalisir risiko karena Anda dapat belajar dari kesalahan yang pernah dilakukan oleh perusahaan lain. Contoh paling umum penggunaan metode ini adalah ketika suatu perusahaan waralaba mempelajari model bisnis waralaba mereka.

Contoh Pembelajaran Organisasi

Salah satu contoh pembelajaran organisasi adalah ketika perusahaan menggunakan pembelajaran tersebut untuk mengembangkan produk dan mendapatkan lebih banyak pendapatan. Misalnya, The Walt Disney Company. Semua orang mengenal Disney karena film-film putri Disney dan taman hiburannya.

Namun, Disney terus menciptakan hiburan baru melalui pembelajaran organisasinya. Mereka memiliki jaringan TV, memproduksi musik, dan bahkan memiliki layanan streaming Disney+.

Pada tahun 2015, Disney meluncurkan layanan streaming pertamanya di Inggris yang disebut DisneyLife. Mereka belajar dari pengalaman ini tentang apa yang diinginkan konsumen dalam layanan streaming.

Kemudian, pada tahun 2019, mereka merilis versi yang lebih baik yaitu Disney+. Mereka melakukan ini berdasarkan pengetahuan yang mereka peroleh dari pelanggan dan pengalaman sebelumnya.

Menjadi organisasi pembelajaran tidak berarti perusahaan harus melakukan perubahan besar setiap minggu. Sebaliknya, organisasi tersebut belajar dan menerapkan perubahan kecil setiap hari untuk terus berkembang.

Penjelasan Tentang Strategi Pembelajaran Organisasi

Strategi pembelajaran organisasi adalah rencana yang penting untuk membantu organisasi Anda sukses. Menurut McKinsey, hanya 8% eksekutif yang melihat hasil yang jelas dari upaya belajar mereka.

Namun, memiliki strategi pembelajaran organisasi tetaplah sangat penting. Strategi yang baik memberikan kerangka yang kuat untuk membantu tim Anda berkontribusi pada tujuan besar perusahaan. Strategi ini juga melibatkan cara melestarikan pengetahuan dan membaginya agar dapat memenuhi kebutuhan karyawan, mitra, dan pelanggan Anda.

Strategi pembelajaran organisasi harus dapat menjawab empat pertanyaan dasar:

Melalui strategi yang disusun dengan jelas, organisasi tidak akan kehilangan arah dan dapat meningaktkan efisiensi dalam pembelajaran.

Pentingnya Strategi Pembelajaran Organisasi bagi Perusahaan

Memiliki strategi pembelajaran organisasi yang baik sangat penting untuk kesuksesan perusahaan Anda. Menurut McKinsey, dunia kerja terus berubah karena banyak faktor seperti persaingan bisnis yang semakin ketat, revolusi digital, tenaga kerja yang terdiri dari berbagai generasi, dan kebutuhan karyawan untuk terus meningkatkan keterampilan agar tetap kompetitif.

Oleh karena itu, strategi pembelajaran organisasi yang solid akan membantu perusahaan Anda untuk:

1. Menjaga Daya Saing di Tengah Perubahan

Salah satu tantangan utama dalam bisnis adalah tetap unggul dari pesaing. Dengan memiliki strategi pembelajaran organisasi, perusahaan Anda dapat terus berinovasi dan tetap menjadi yang terbaik di mata konsumen. Karyawan pun akan terus belajar, melestarikan, dan berbagi pengetahuan baru untuk menciptakan keunggulan kompetitif.

2. Bersifat Fleksibel

Sebagai pemimpin bisnis, Anda perlu memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan. Contohnya, saat pandemi Covid-19, banyak perusahaan harus bekerja dari rumah dan melakukan perubahan cara kerja. Dengan strategi pembelajaran organisasi, perusahaan dapat menghadapi perubahan dengan baik dan terus mencari cara baru untuk berhasil.

3. Meningkatkan Produktivitas dan Keuntungan

Perusahaan yang menerapkan pembelajaran organisasi cenderung lebih produktif dan menghasilkan lebih banyak keuntungan. Ketika karyawan terus belajar dan berbagi pengetahuan, cara kerja mereka menjadi lebih efisien. Ini akan berdampak positif pada produktivitas tim dan keuntungan perusahaan secara keseluruhan.

4. Mendorong Inovasi

Strategi pembelajaran organisasi membantu menciptakan lingkungan kerja yang mendorong inovasi. Karyawan diberikan kesempatan untuk berinteraksi, berbagi ide, dan melakukan eksperimen. Hal ini membantu perusahaan mencapai potensi penuhnya dan menciptakan solusi baru yang inovatif.

Dengan memiliki strategi pembelajaran organisasi yang baik, perusahaan Anda dapat mencapai kesuksesan dalam lingkungan bisnis yang terus berubah.

Cara Menciptakan Strategi Pembelajaran yang Efektif

Berikut adalah beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk membuat strategi pembelajaran yang efektif:

1. Sesuaikan Strategi Pembelajaran Organisasi dengan Strategi Bisnis

Tujuan utama dari strategi pembelajaran organisasi harus sesuai dengan tujuan strategis perusahaan Anda. Misalnya, jika tujuan bisnis Anda adalah meningkatkan penjualan di pasar baru, strategi Anda harus membantu tim Anda mencapai tujuan itu. Informasikan tujuan tersebut kepada seluruh organisasi agar mereka mengetahui dampak yang diharapkan.

2. Bangun Budaya Pembelajaran dalam Perusahaan

Jika pembelajaran merupakan bagian penting dalam perusahaan, Anda akan mampu merekrut dan mempertahankan orang-orang yang gemar belajar, berkembang, dan berinovasi. Anda dapat membangun budaya pembelajaran dengan menetapkan nilai penting pada pembelajaran dan menggunakan itu sebagai indikator penilaian kinerja tim Anda.

3. Mendorong Eksperimen

Eksperimen adalah tentang belajar, sehingga cobalah strategi atau ide baru untuk melihat apa yang berhasil dan apa yang tidak. Jangan takut untuk gagal, karena kegagalan merupakan bagian dari proses pembelajaran. Dengan melakukan eksperimen, karyawan akan mendapatkan pengalaman dan pengetahuan baru untuk membuat keputusan yang lebih baik di masa depan.

4. Kelola Pengetahuan dengan Baik

Pastikan pengetahuan yang dimiliki oleh anggota tim tidak hilang ketika mereka meninggalkan perusahaan. Anda dapat menggunakan sistem komunikasi dan kolaborasi yang baik untuk mengelola pengetahuan. Gunakan alat seperti video, dokumentasi, atau sistem basis data pengetahuan internal agar pengetahuan dapat diakses dan dibagikan dengan mudah.

5. Dorong Kolaborasi

Kolaborasi antar anggota tim sangat penting dalam pembelajaran. Dorong tim untuk terus berbagi pengetahuan, berdiskusi, dan bekerja sama. Adakan pertemuan reguler atau sesi brainstorming untuk memfasilitasi kolaborasi dan pertukaran ide.

6. Perhatikan Pengaturan Kerja Jarak Jauh/ Hybrid

Jika tim Anda bekerja secara jarak jauh atau dalam model campuran, pastikan strategi pembelajaran Anda dapat beradaptasi dengan situasi tersebut. Gunakan alat komunikasi dan kerja jarak jauh yang tepat untuk memfasilitasi koordinasi dan kolaborasi tim.

7. Ukur Kemajuan

Lacak bagaimana pengetahuan diperoleh, disimpan, dan ditransfer dalam organisasi Anda. Tetapkan tujuan dan metrik yang sesuai untuk mengukur kemajuan. Misalnya, jumlah materi pembelajaran baru yang dibuat setiap bulan atau frekuensi pertemuan untuk berbagi pengetahuan.

Melalui penerapan strategi pembelajaran organisasi yang efektif, perusahaan Anda akan dapat mengoptimalkan pembelajaran dan menuju pada kesuksesan yang lebih baik.

Exit mobile version