Infomation ruo-shumen Education

Apa yang Dimaksud dengan Peer Mentoring?

Peer mentoring atau mentoring sebaya adalah hubungan one-on-one antara karyawan di tingkat yang sama atau serupa pada suatu perusahaan. Dalam mentoring sebaya, karyawan yang lebih berpengalaman akan mengajarkan pengetahuan dan keterampilan baru serta memberikan dukungan kepada karyawan yang kurang berpengalaman.

Peer mentoring dapat menjadi alat yang sangat efektif untuk mendorong perkembangan karyawan. Selain membantu karyawan dalam mengembangkan karier mereka, mentoring ini juga dapat memperkuat hubungan antar tim, meningkatkan kualitas kerja, dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih positif.

Perbedaan Couching dan Mentoring

Sebelum lebih jauh membahas tentang peer mentoring, penting untuk memahami perbedaan antara peer coaching dan peer mentoring untuk karyawan.

Meskipun keduanya memiliki beberapa kesamaan, namun coaching memiliki konsep dasar yang berbeda. Peer coaching umumnya bertujuan untuk merefleksikan praktik saat ini dan menyelesaikan masalah di tempat kerja. Hal ini adalah proses kerja sama yang dilakukan oleh dua atau lebih rekan kerja.

Sementara peer mentoring hanya melibatkan hubungan one-on-one (satu lawan satu) antara karyawan di tingkat yang sama dalam perusahaan, di mana karyawan yang lebih berpengalaman bertindak sebagai pemandu bagi rekannya yang kurang berpengalaman.

Perbedaan lain terletak apa yang menjadi fokus mereka. Jika coaching lebih berorientasi pada peningkatan kinerja, mentoring bertujuan untuk pengembangan diri.

 

Manfaat Peer Mentoring

Program mentoring sebaya mendatangkan banyak manfaat bagi perusahaan. Berikut adalah beberapa manfaat utama dari program peer mentoring:

1. Transfer Pengetahuan

Menurut sebuah penelitian tahun 2021, hubungan mentoring sebaya menjadi sumber berharga dalam melakukan transfer pengetahuan, terutama pengetahuan yang tidak terungkap menjadi pengetahuan yang terungkap.

Sebab, sebagian besar pengetahuan yang dibagikan antara sesama berasal dari pengalaman pribadi, mentee (karyawan yang didampingi) pun akan memperoleh manfaat informasi yang mungkin tidak tersedia saat pelatihan resmi dari perusahaan.

Selain itu, berbeda dengan mentoring tradisional yang bersifat satu arah, dalam peer mentoring terdapat hubungan saling ketergantungan antara mentor dan mentee. Artinya, transfer pengetahuan yang diperoleh melalui pengalaman pribadi dapat terjadi secara dua arah, sehingga juga memberikan manfaat bagi para mentor.

2. Meningaktkan Keberagaman

Penelitian yang disebutkan sebelumnya juga meneliti dampak mentoring sebaya dalam meningkatkan keberagaman di tingkat kepemimpinan organisasi. Hasilnya menunjukkan bahwa hubungan mentoring tersebut dapat membentuk sikap dan perilaku.

Menurut para penulis, mentoring sebaya dapat berfungsi sebagai mekanisme pengaruh sosial yang relevan untuk meningkatkan keberagaman dalam kepemimpinan organisasi.

Misalnya, karyawan yang mungkin tidak diakui potensi kepemimpinannya sejak awal, dapat mendapatkan visibilitas ketika mereka dipasangkan dengan mentor sebaya.

Pada intinya, mentoring ini memberikan kesempatan kepada mereka untuk menonjol dalam tanggung jawab mereka, dan pembelajaran sosial yang terjadi melalui hubungan tersebut dapat memudahkan mereka untuk maju dalam karier.

3. Budaya Kolaborasi

Mentoring sebaya memberikan pengalaman langsung bagi mentor dan mentee untuk bekerja bersama mencapai tujuan bersama dan seringkali melintasi batas fungsional. Beberapa organisasi bahkan dengan sengaja memasangkan individu dari area fungsional yang berbeda untuk mengatasi hambatan kolaborasi.

Pasangan mentor-mentee yang lintas fungsi ini membentuk perilaku kolaboratif dan biasanya akan mengembangkan hubungan kerja sama jangka panjang setelah program mentoring berakhir.

4. Meningkatkan Retensi Karyawan

Saat seorang meninggalkan pekerjaanyna, baik dengan sukarela atau tidak, hal tersebut dapat membuat perusahaan mengeluarkan banyak uang, serta mengakibatkan kehilangan pengetahuan dan produktivitas.

Hal tersebut membuat mentoring oleh rekan kerja dapat menjadi solusi untuk membantu perusahaan mempertahankan bakat-bakat yang ada.

The Work Institute’s 2022 Retention Report menunjukkan terdapat sekitar 22% karyawan yang pergi meninggalkan pekerjaan mereka dalam 45 hari pertama, dan hingga 40% karyawan yang keluar dari pekerjaan mereka dalam satu tahun pertama.

Dalam satu tahun pertama tersebut, jika ada seseorang yang baru bekerja, dibutuhkan perhatian khusus dari rekan kerja yang sudah lebih memahami pekerjaan terkait. Hal ini membantu proses adaptasi ke peran baru menjadi lebih mudah.

Dalam situasi seperti ini, peer mentoring dapat meningkatkan pelatihan dan membantu mentransfer keterampilan dan pengetahuan baru ke pekerjaan dengan sukses.

Selain itu, mentor sebaya memberikan tempat bagi mereka yang merasa nyaman untuk berbicara tentang tantangan pekerjaan mereka, sehingga dapat menghindari rasa frustrasi dan kesepian saat mencoba beradaptasi dengan lingkungan kerja baru.

Lebih lanjut, peer mentoring adalah bukti konkret bahwa organisasi serius dalam mengembangkan karyawan, yang dapat membantu mempertahankan karyawan yang ingin tumbuh secara profesional dalam jangka panjang.

5. Menyiapkan Para Pemimpin Masa Depan

Karyawan yang menjadi mentor mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan kepemimpinan yang penting. Manajer mereka dapat melihat bagaiana mereka berperan sebagai pemimpin dan seberapa baik mereka cocok untuk memajukan karier di masa di depan.

Hal ini sangat berharga karena saat ini banyak organisasi mengalami kekurangan pemimpin akibat tenaga kerja menua, perubahan dalam jenis pekerjaan, dan faktor-faktor lainnya.

Dengan demikian, peer mentoring merupakan salah satu cara efektif dan biaya rendah untuk memulai membangun kemampuan kepemimpinan dari dalam organisasi.

6. Menarik Bakat Terbaik

Program mentoring sebaya dapat menjadi aset berharga bahkan sebelum seseorang bergabung dengan perusahaan. Perlu Anda ketahui, bahwa saat ini calon karyawan tidak hanya mencari gaji dan benefit dasar saat memilih pekerjaan, melainkan mereka juga membutuhkan peluang untuk belajar dan berkembang di dalam perusahaan.

Program mentoring sebaya adalah cara yang sangat baik bagi orang untuk mengembangkan keterampilan dan pengetahuan terkait pekerjaan serta keterampilan dalam berinteraksi dengan orang lain.

Oleh karena itu, program ini dapat menjadi faktor penting dalam keputusan calon karyawan untuk bergabung dengan sebuah perusahaan, serta merupakan hal yang bisa Anda soroti dalam kegiatan employer branding.

Langkah-Langkah untuk Menyukseskan Peer Mentoring

Untuk memulai program mentoring sebaya, terdapat beberapa langkah yang perlu Anda lakukan:

1. Tentukan Tujuan dan Strategi

Pertama-tama, tentukan apa tujuan dari program mentoring sebaya Anda. Hal ini tergantung pada masalah utama dalam perusahaan Anda. Misalnya, apakah Anda ingin mengurangi pergantian karyawan muda?

Atau meningkatkan kinerja karyawan tingkat junior? Atau meningkatkan retensi? Dengan mengetahui tujuan ini, Anda dapat mengukur keberhasilan program mentoring sebaya Anda.

2. Mulailah dengan Skala Kecil

Mulailah dengan program mentoring yang sederhana. Mentoring terbaik terjadi antara dua orang yang pasangan secara langsung. Untuk mencocokkan mentor dan mentee, Anda bisa menggunakan pendekatan sederhana seperti kuesioner atau pilihan beberapa opsi. Jika ada pasangan yang tidak cocok, penting untuk memberikan mereka peluang keluar tanpa ada perasaan tidak nyaman.

3. Tetapkan Aturan Dasar

Tetapkan beberapa aturan dasar untuk peserta mentoring sebaya. Misalnya, tentukan frekuensi pertemuan, lamanya pertemuan, dan daftar topik yang dapat dibahas. Selain itu, kelola harapan peserta agar mereka tidak memiliki harapan yang tidak realistis.

4. Evaluasi

Mengukur keberhasilan program mentoring sebaya merupakan hal yang sangat penting. Anda dapat melakukannya dengan membandingkan tingkat keberhasilan sebelum dan setelah program.

Selain itu, mintalah feedback dari mentor dan mentee mengenai pengalaman mereka dalam program. Feedback ini juga akan membantu Anda untuk meningkatkan program di masa depan.

5. Dukungan dan Pola Pikir

Terakhir, dapatkan dukungan dari pimpinan organisasi karena mereka bisa menjadi pendukung yang baik untuk program mentoring sebaya. Selain itu, penting untuk menciptakan pola pikir yang positif di antara semua karyawan. Mereka harus memiliki motivasi untuk belajar dan mengembangkan diri. Pemilihan karyawan dengan pola pikir pertumbuhan juga bisa membantu kesuksesan program mentoring sebaya.

Apa yang Harus Dilakukan Mentee dalam Peer Mentoring?

Tugas seorang mentor sebaya mencakup berbagai hal berikut:

Sebagai mentor sebaya, mereka berperan dalam memberikan bantuan, dukungan, dan panduan kepada rekan kerja yang memiliki pengalaman yang lebih sedikit.

Tujuannya adalah membantu rekan kerja yang lebih muda atau kurang berpengalaman untuk tumbuh dan berkembang dalam pekerjaan mereka, serta menciptakan lingkungan kerja yang positif dan produktif.

Contoh Peer Mentoring

Berikut adalah beberapa contoh peer mentoring dengan berbagai tujuan:

1. Peer Mentoring untuk Menetapkan Tujuan

Dalam program mentor sebaya, baik mentor maupun mentee dapat menetapkan tujuan mereka sendiri untuk mendapatkan manfaat dari pengalaman ini. Misalnya, mentee mungkin ingin dukungan untuk meningkatkan keterampilan IT mereka, sementara mentor ingin memperkuat keterampilan kepemimpinan mereka.

Kedua belah pihak dapat menyamakan tujuan mereka dan memastikan bagaimana waktu mereka dapat terstruktur dengan baik.

2. Peer Mentoring untuk Akuntabilitas

Mendorong konsep mentorship juga merupakan cara yang bagus untuk mendorong karyawan agar bertanggung jawab terhadap pembelajaran dan pengembangan diri mereka sendiri, serta rekan kerja mereka.

Dengan adanya seorang mentor sebaya, karyawan akan lebih termotivasi untuk terlibat dalam program dan saling mendukung. Ketika satu karyawan mengalami peningkatan, karyawan lainnya juga akan termotivasi untuk berkembang.

3. Peer Mentoring untuk Feedback dan Kolaborasi

Menerapkan program mentor sebaya di perusahaan Anda dapat menjadi alat yang baik untuk mendorong komunikasi dan berbagi feedback yang membangun. Program ini mendorong karyawan untuk merenungkan perkembangan mereka dan menghadapi tantangan yang mereka hadapi.

Melalui feedback yang jujur dan terbuka, Anda dapat membentuk budaya kolaborasi dan pembelajaran bersama di mana karyawan saling mendukung perkembangan diri mereka sendiri dan rekan kerja mereka.

Exit mobile version